Fiksi Fanfic: Graduation Thesis

Saturday, July 14, 2012 @ 7:11 AM | (0) comment/s


Graduation Thesis
by Fietha




Heuh.

Satu helaan berat terhembus dari saluran pernapasannya, menatap malas buku-buku arsitektur yang kini berserakan di hadapannya. Boleh dihitung, mungkin ada lebih dari lima buku dengan posisi terbuka pada halaman tertentu berserakan di hadapannya. Tubuhnya bersandar pada bahu kursi yang didudukinya, seakan matanya sudah lelah menatap buku-buku yang ada di hadapannya tersebut. Terutama ketika mengingat, sekalipun buku-buku tersebut sudah ada di hadapannya dalam keadaan terbuka sejak beberapa jam lalu, tidak satupun inspirasi datang padanya, memberikannya satu topik bagi tesis kelulusannya.

Betapa ia sadari berada di tingkat empat sangatlah berat baginya. Terutama ketika dihadapkan oleh suatu syarat kelulusan mutlak yang diwajibkan oleh setiap universitas manapun di dunia ini: tesis kelulusan. Sekalipun ada rasa senang karena sebentar lagi ia akan dapat keluar dari jurang neraka penuh siksaan berbagai macam tugas arsitektur yang mampu membuatnya tidak tidur semalaman, namun tetap saja, rasa senang itu harus tertunda ketika ada satu hal penting yang harus ia kerjakan, tugas paling sulit diantara tugas yang pernah ia dapatkan. Tesis. Apalagi memangnya?

Sudah berulang kali mengunjungi perpustakaan, mengunjungi toko buku ataupun mengunjungi beberapa tempat, menganalisa bangunan-bangunan yang ada disana demi mendapatkan inspirasi akan topik tesis yang akan dia buat, tetap saja ia masih tetap belum menemukan topik atau tema pasti yang akan ia gunakan untuk tugas akhirnya tersebut. Ada beberapa ide yang terpintas dalam benaknya, namun ia masih bingung memilih salah satu diantara ide-ide tersebut ataupun bimbang dalam menentukan tema yang akan ia ambil.

Bukan hal yang mudah dalam membuat tesis miliknya, jujur saja. Ia bukanlah mahasiswa jurusan social science yang mungkin bisa melakukan penelitian secara teoritis dari buku, ataupun melakukan analisis terhadap suatu hal. Bagi mahasiswa arsitektur seperti dirinya, tesisnya adalah berupa sebuah proyek model arsitektur, yang tentunya sangat membutuhkan waktu, tenaga dan juga ide. Bukan hal yang mudah, bukan? Terlebih lagi ketika mengingat ia benar-benar menginginkan lulus tepat waktunya, atau kalau memungkinkan lebih cepat. Dan perlu diingatkan juga bahwa waktunya mungkin akan terpotong sebagian oleh kesibukan pekerjaannya yang semakin hari semakin padat. Ia sungguh-sungguh sama sekali tidak bisa membuang-buang waktu secara percuma.

Waktu adalah uang. Dan bagi seorang seperti dirinya, yang bekerja sebagai seorang idol sekaligus kuliah sebagai mahasiswa arsitektur, waktu merupakan hal yang sangat penting. Kesalahan dalam manajemen waktu bisa mengacaukan jadwal yang sudah susah payah ia atur sedemikian rupa, sehingga ia bisa menjalankan dua pekerjaannya tersebut dengan baik. Namun begitu, tetap saja, dengan waktu yang terus berjalan seperti itu, kenapa ia sama sekali belum bisa menemukan topik yang sesuai?

Kalau boleh ia berharap, mungkin ia ingin sekali bisa lulus tanpa membuat tesis. Seperti anak SMA, lulus hanya dengan mengikuti ujian tulis. Tapi, peraturan tetaplah peraturan. Sayangnya sudah tertulis bahwa tesis merupakan syarat kelulusan dari universitasnya saat ini, mau tidak mau. Yah, mau bagaimana lagi? Suka tidak suka, tetap harus dikerjakan bukan?

Kedua manik matanya kini bergulir perlahan, melirik buku-buku dengan posisi terbuka yang ada di atas mejanya. Tubuhnya sedikit bangkit, lantas tangannya bergerak, menutup satu persatu buku tersebut dan menumpuknya dengan rapi di atas meja. Heuh. Ia kembali menghela napas, berat. Sepertinya hanya sekedar membaca tidak benar-benar bisa memberikannya inspirasi. Mungkin ia harus sedikit berkeliling melihat gedung-gedung menarik yang ada di sekelilingnya, atau mungkin melihat-lihat gambar-gambar bangunan menarik di internet untuk membantunya mengembangkan idenya?

Yah, mungkin ia akan lakukan itu nanti.

Manik matanya kini bergulir ke arah jarum jam yang berada di jam dinding di kamarnya. Ia baru tersadar ternyata waktu berjalan begitu cepat sejak ia membaca buku-buku tadi. Ia pun lantas bangkit, membereskan barang-barang yang diperlukannya dan dimasukkannya ke dalam tas, lantas mengganti pakaian dan mengambil topi kesayangannya. Diambil tasnya tersebut, dan disandangnya di bahunya.

"Hm, kulanjutkan nanti saja lagi. Sekalian nanti lihat-lihat sekeliling, siapa tahu ada inspirasi."

Ia pun melangkah, keluar dari kamarnya, mengenakan sepatunya, lantas pergi dari rumahnya. Melirik jam tangannya sebentar, lantas memasang ekspresi panik.

"Yabai, kalau aku tidak bergegas, aku bisa terlambat rehearsal!"

Dengan cepat ia pun berlari secepat mungkin, meninggalkan rumahnya, melupakan tesis miliknya sesaat.




Tanpa saya beritahu, sudah tahu kan siapa karakter saya pada cerita ini? =)) Terinspirasi dari kestresan saya mengerjakan skripsi dan juga terinspirasi dari tanya jawab Inoo Kei di majalah DUET dimana... jawabannya memperlihatkan kalau dia desperate abis ngerjain graduation thesisnya. HAHAHA~

Labels: ,

★go earlier★ ★go later★